简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Ikhtisar:Hak atas fotoAFPImage caption Tentara Pakistan di samping apa yang disebut Pakistan sebagai puing je
Hak atas fotoAFPImage caption Tentara Pakistan di samping apa yang disebut Pakistan sebagai puing jet India.
Ketegangan antara India dan Pakistan, keduanya berkekuatan nuklir, semakin serius dan terus memburuk.
Pakistan menyatakan telah menjatuhkan dua jet Angkatan Udara India di tengah konflik besar di Kashmir. Islamabad juga menyatakan telah menangkap seorang pilot setelah salah satu pesawat jatuh di wilayah Pakistan.
India memastikan hilangnya pesawat tempur MiG21 dan mengakui hilangnya satu pilot dan mengatakan mereka sedang menyelidiki sejumlah laporan penangkapannya.
Sementara itu, Pakistan menyangkal pernyataan India bahwa salah satu jetnya ditembak jatuh.
Serangan udara di sepanjang Line of Control (LoC) yang memisahkan wilayah India dan Pakistan ini adalah serangan pertama sejak perang tahun 1971, dan terjadi setelah serangan milisi di Pulwama, Kashmir India pada bulan Februari lalu.
Konflik India-Pakistan: Pilot India 'lepaskan tembakan' sebelum ditangkap penduduk desa Pakista
Konflik Pakistan-India: India menuntut Pakistan bebaskan pilot yang pesawatnya ditembak jatuh
Ketegangan meningkat, Pakistan janji akan balas serangan udara India
Pada peristiwa tersebut, 40 pasukan India terbunuh - kejadian yang paling banyak memakan korban tewas untuk anggota militer India, selama 30 tahun pemberontakan melawan pemerintahan India di Kashmir.
Kelompok yang bermarkas di Pakistan telah menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu.
Wartawan BBC di Delhi, Soutik Biswas, mengatakan tantangan bagi India dan Pakistan saat ini adalah mengendalikan aksi penyerangan baru sebelum hal-hal menajdi tidak terkontrol.
Di Pakistan, Perdana Menteri Imran Khan berbicara kepada rakyatnya dan mendesak upaya untuk meredakan konflik dan dilakukannya kembali dialog.
Terakhir kali India dan Pakistan bentrok
Hak atas fotoGetty ImagesImage caption Serangan milisi pada tanggal 14 Februari di Pulwama.
Meskipun India dan Pakistan sama-sama mengklaim menguasai Kashmir, masing-masing negara hanya menguasai sebagian dari daerah itu dan mereka sudah dua kali berperang memperebutkan kawasan tersebut sejak merdeka dari Inggris pada tahun 1947.
Konflik serius seperti yang terjadi saat ini terakhir kali tejadi pada bulan September 2016, ketika India melakukan “operasi pembedahan” terhadap para milisi di Kashmir Pakistan, meskipun Islamabad menyangkal terjadinya serangan India.
India melakukan serangan tersebut untuk membalas serangan yang terjadi di markas militernya di Uri - Kashmir India - yang menewaskan 19 tentara India.
Kashmir: Mengapa kekerasan terbaru membuat dunia sangat khawatir?
India Pakistan lanjutkan perundingan damai
Ritual indah di perbatasan India-Pakista
Permulaan tahun itu, pada bulan Januari, serangan selama empat hari terhadap markas udara India di Pathankot - kota perbatasan di negara bagian Punjab, India - berakhir dengan meninggalnya tujuh tentara India dan enam militan.
Pada kedua kejadian tersebut, Islamabad dan Delhi berhasil mengurangi ketegangan dan 'ketenangan' berlangsung sampai serangan terjadi di Pulwama.
Kelompok berhaluanm Islam di Pakistan, Jaish-e-Mohammad, mengklaim terlibat dalam serangan itu.
Meskipun Pakistan menyangkal terlibat, sejumlah pejabat India menegaskan “Pakistan akan sepenuhnya diisolasi”.
Suasana di India
Hak atas fotoAFPImage caption Pasukan militer India di dekat apa apa yang diduga sebagai pesawat Angkatan Darat India setelah jatuh di Distrik Budgam, bagian Kashmir yang dikuasai India.
Sejak serangan Pulwama, “kemarahan menyebar di India. Penduduk berpawai dengan menyalakan lilin dan menuntut pembalasan yang serius,” lapor wartawan BBC, Vineet Khare di Delhi.
Dalam beberapa minggu terakhir, pemberitaan media massa dan pidato politik kebanyakan bernada nasionalistik - tetapi karena “pemilu federal India akan dilaksanakan sebentar lagi dan pemerintah India tidak ingin terlihat lemah atau menyerah kepada 'teror',” kata Khare.
Rakyat India merayakan di media sosial dan tempat-tempat lain ketika muncul berita bahwa India meluncurkan serangan udara terhadap apa yang disebut sebagai markas Jaish di Pakistan."
Hak atas fotoPakistan Information MinistryImage caption Kementerian penerangan Pakistan menaruh tweet video 'pilot India' yang ditangkap.
Tetapi, suasana menjadi suram setelah Pakistan menyatakan telah menangkap dua pilot India, meskipun Menteri Luar Negeri India hanya memastikan hilangnya satu pilot saat bertugas.
“Suasana menjadi agak memburuk setelah video pilot dikeluarkan Pakistan,” kata Khare. Sebagian besar media asing berhati-hati atas pernyataan, jawaban, dan tuduhan berita palsu.
Pandangan Pakistan
Hak atas fotoGetty ImagesImage caption Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan berpidato di TV.
Perdana menteri Pakistan mendesak upaya untuk mewujudkan ketenangan dan perundingan dengan India, dengan mengatakan baik dirinya maupun Perdana Menteri India tidak bisa memperburuk keadaan mengingat senjata yang dimiliki masing-masing: Jika kita membiarkan hal ini terjadi, saya atau Narendra Modi tidak akan bisa mengontrol ini. Kita harus duduk bersama dan berunding ..."
Wartawan BBC, Tahir Imran mengatakan suasana di Pakistan adalah patriotik. Terjadi kegaduhan di media sosial dan konvensional."
“Muncul banyak dorongan untuk berperang,” katanya, meskipun sebagian orang mendesak untuk dilakukannya upaya-upaya untuk menjaga ketenangan dan untuk mengendalikan diri."
Larangan total siaran TV India diberlakukan Pakista
Menemukan Tuhan dalam penderitaan di tengah kekerasa
India-Pakistan setuju terus berhubunga
Sejumlah berita palsu muncul di media sosial dan “kadang-kadang disiarkan juga oleh saluran TV,” kata Imran.
“Terjadi keresahan terkait apa yang akan terjadi,” tetapi banyak pihak percaya bahwa konflik akan segera mereda.
“Kedua pihak saling mendesak pihak lainnya untuk menahan diri,” kata Imran.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.