简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Ikhtisar:Hak atas fotoAFP/Getty ImagesImage caption Lucas Moura mencetak hattrick sekaligus membawa Spurs ke
Hak atas fotoAFP/Getty ImagesImage caption Lucas Moura mencetak hattrick sekaligus membawa Spurs ke final Liga Champions.
Tottenham Hotspur berhasil merebut tiket final Liga Champions guna menghadapi Liverpool FC, 1 Juni mendatang, setelah mengalahkan Ajax Amsterdam 3-2 (skor agregat 3-3). Tiga gol Spurs diborong oleh Lucas Moura.
Keberhasilan Spurs ini terbilang dramatis mengingat mereka sempat tertinggal 0-2.
Liga Champions: Dramatis, Liverpool lolos ke final usai bantai Barcelona 4-0
Korban gempa Palu, Rizky, bertemu Riyad Mahrez: 'Gugup' dan 'seperti mimpi'
Manchester City tundukkan Leicester City, Kompany: 'Belum ada yang jadi juara'
Bermain di Stadion Johan Cruyff, Ajax tampak mendominasi pada babak pertama melalui gol sang kapten, Matthijs de Ligt, saat pertandingan baru berjalan lima menit. Gol gelandang Hakim Ziyech menyusul pada menit ke-35.
Hak atas fotoUEFA/Getty ImagesImage caption Pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, tak kuasa menahan tangis setelah tim asuhannya mampu menembus final Liga Champions.
Namun, Spurs mampu memberi perlawanan. Pada babak kedua, pelatih Spurs, Mauricio Pocchetino mengganti Victor Wanyama dengan penyerang Fernando Llorente. Taktik ini terbukti mengalirkan serangan Spurs.
Selang 10 menit setelah jeda, Lucas Moura mampu menggetarkan jala gawang Ajax yang dikawal Andre Onana. Empat menit kemudian, Moura kembali menjebol pertahanan tuan rumah.
{10}
Hak atas fotoAFP/Getty ImagesImage caption Ekspresi kegembiraan Pochettino serta seluruh punggawa Spurs setelah mengalahkan Ajax secara dramatis.
{10}
Moura berhasil mencetak hattrick ketika pertandingan memasuki injury time di menit ke-95.
Spurs pun berbalik unggul 3-2 sekaligus menyamakan skor agregat menjadi 3-3 mengingat pada pertandingan pertama di kandang Spurs, Ajax menang 1-0. Namun, Spurs melangkah ke final lantaran unggul jumlah gol tandang.
Seusai pertandingan, Pochettino tampak menangis di tengah lapangan.
“Saya masih sulit bicara. Emosinya luar biasa, terima kasih sepak bola,” kata pria asal Argentina itu ketika diwawancara seraya terisak.
“Mereka semua pahlawan, tapi (Lucas Moura) adalah superhero. Saya ingin mengingat keluarga saya....Luar biasa dapat mempersembahkan untuk mereka. Kami harus siap untuk pertandingan selanjutnya hari Minggu, kemudian bersiap untuk final.”
Hak atas fotoAFP/Getty ImagesImage caption Para pemain Ajax tertunduk lesu seusai dikalahkan Spurs.
Menanggapi kemenangan atas Ajax, gelandang Spurs, Christian Eriksen, mengatakan timnya hanya beruntung.
“Kami mencoba melawan balik, kami hanya beruntung. Saya merasa kasihan dengan Ajax, mereka bermain sangat bagus melawan kami. Hari ini kami menciptakan lebih banyak peluang, (tapi) sepak bola yang mereka mainkan lebih baik. Sungguh lega, kami telah berjuang untuk ini. Seperti mimpi rasanya mencapai final.”
Eriksen menambahkan, Lucas Moura layak dibuatkan patung atas tiga gol yang dia ciptakan untuk Spurs.
“Saya harap dia mendapat patung di Inggris setelah ini.”
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.